Minggu, 01 Mei 2016

Pengantar Studi Islam



Flowchart: Alternate Process:
Tugas Makalah
Agama Dalam Kehidupan Budaya Manusia
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
PENGANTAR STUDI ISLAM
Dosen Pembimbing
Nurhuda, M.Pd.I


 







oleh :
Mambaul Hikmah
Slamet Haryanto




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH
TULUNGAGUNG
2016


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah,  makalah pada mata kuliah “Pengantar Studi Islam: Pokok Bahasan “Agama dalam Kehidupan Manusia ” dengan rentangan waktu yang telah ditentukan.
 Dalam penyelesaian makalah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Karena itu, sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih kepada:
  1. Bapak Nurul Amin, M.Ag selaku Kepala Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung
  2. Bapak Nurhuda, M.Pd.I, selaku dosen pembimbing
Kami sadar bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya. Amin.


                                                                                                Tulungagung, 1 Maret 2016


Penulis







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          i
DAFTAR ISI  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .           ii       
BAB I  PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .        1
            A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .         1
            B. Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . .  . . .          1
            B. Tujuan Dan Manfaat Pembahasan . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . .  . . . .         1
BAB   II. PEMBAHASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . .        2
           A. Pengertian Agama…. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .            2
           B. Klasifikasi Agama Samawi dan Agama Budaya . .. . . . . . . . . . . . .           3    
           C. Kedudukan dan Fungsi Agama dalam Sistem Budaya dan Peradaban
                Modern……………………………………………………………           6
BAB  III PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .        8
           A. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .         8
            B. Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .        8
Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          9





BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Agama merupakan pengungkapan iman dalam arti yang luas. Di dalam agama, iman mendapat bentuk yang khas, yang memberdayakan orang beriman mengkomunikasikan imannya dengan orang lain, baik yang beriman maupun yang belum. Ditinjau dari asal usul katanya, agama terdiri dari dua suku kata, yaitu “a” yang berarti tidak, dan gam artinya pergi. Jadi agama berarti tidak pergi. Dengan adanya agama diharapkan dapat membuat suatu keadaan yang damai. Dalam agama orang memperlihatkan sikap hati dan batinnya di hadapan Tuhan. Sikap manusia dihadapan Tuhan antara lain tampak jelas dalam sikap dan tanggung jawabnya terhadap sesama dan alam sekitarnya.
Secara garis besar agama dapat diklasifikasikan  menjadi 2 yaitu agama samawi (wahyu) dan ardhi (budaya) yang mempunyai karateristik yang berbeda- beda.
Agama memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat.

B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang dapat kita ungkapkan dalam pembahasan ini  adalah sebagai berikut :
1.  Apa pengertian agama ?
2.  Apa klasifikasi agama samawi dan agama budaya  ?
3. Apa kedudukan dan fungsi agama dalam sistem budaya dan peradaban modern ?

C. Tujuan Dan Manfaat Pembahasan
Dengan pembahasan ini diharapkan :
 1. Mengetahui pengertian agama.
 2. Memehami perbedaan agama samawi dan agama budaya.
 3. Memahami kedudukan dan fungsi agama dalam sistem budaya dan peradaban modern.
BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Agama
Merumuskan pengertian agama bukan suatu perkara mudah, dan ketidak sanggupan manusia untuk mendefinisikan agama karena disebabkan oleh persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kepentingan mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Para ilmuan agama dalam mendefinisikan agama sangat bervariasi, bahkan hampir- hampir kesulitan. Karena di samping persoalan agama, hal ini juga banyak melibatkan persoalan- persoalan sosial, namun penghayatannya sangat bersifat individual. Sifat individual inilah, yang menyebabkan tanggapan dan pemahaman terhadap agama tersebut sangat bervariasi bergantung pada pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki setiap individu.
Secara etimologis kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta yang tersusun dari kata “a” berarti tidak dan “gam” berarti “pergi”. Dalam bentuk harfiah yang terpadu, perkataan agama berarti “tidak pergi, tetap di tempat, langgeng, abadi yang diwariskan secara terus- menerus dari satu generasi kepada generasi lainnya.”(Harun Nasution, 1985:9) [1].
Pada umumnya, perkataan “agama” diartikan tidak kacau, yang secara analitis diuraikan dengan cara memisahkan kata demi kata, yaitu “a” berarti “tidak” dan “gama” berti “kacau”. Maksudnya orang yang memeluk agama dan mengamalkan ajaran- ajarannya dengan sungguh- sungguh, hidupnya tidak akan mengalami kekacauan.
Agama menurut Kamus Besar Indonesia adalah sistem/ prinsip kepercayaan kepada Tuham, atau disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban- kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.[2]
Pengertian agama secara terminologis, menurut beberapa pendapat para ahli adalah sebagai berikut:
1.      Emile Durkheim mengartikan agama adalah suatu sistem kepercayaan dan praktek yanga telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal- hal yang kudus kepercayaan- kepercayaan dan praktek- praktek yang bersatu menjadi suatu komunitas moral yang tunggal.[3]
2.      John R. Bennet mengartikan agama sebagai penerimaan atas tata aturan terhadap kekuatan- kekuatan yang lebih tinggi daripada kekuatan- kekuatan yang dimiliki oleh manusia sendiri.
3.      Frans Dahler mengartikan agama sebagai hubungan manusia dengan sesuatu kekuatan suci yang lebih tinggi daripada manusia itu sendiri, sehingga ia berusaha mendekatinya dan memiliki rasa kepadanya.
4.      Karl Mark berpendapat bahwa agama adalah keluh kesah dari makhluk yang tertekan hati dari dunia yang tidak berhati, jiwa dari keadaan yang tidak berjiwa, bahkan menurut pendapatnya pula bahwa agama dijadikan sebagai candu masyarakat (Dadang Kahmad, 1990).
5.      Para ulama Islam mendefinisikan agama adalah sebagai undang- undang kebutuhan manusia dari Tuhannya yang mendorong mereka untuk berusaha agar tercapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat (K. Soekardji, 1991).[4]

B.    Klasifikasi Agama Samawi dan Agama Budaya
             Menurut sumber ajarannya agama dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu:
  1. Agama samawi (agama Wahyu)
Agama samawi adalah agama yang diwahyukan dari Allah (Tuhan) melalui malaikat-Nya kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia. Contoh agama wahyu adalah Yahudi, Nasrani dan Islam.
            Ciri- ciri agama Samawi adalah:
a.       Agama samawi dapat dipastikan kelahirannya
b.      Disampaikan melalui utusan atau Rasul Allah yang bertugas menyampaikan dan menjelaskan lebih lanjut wahyu yang diterimanya dengan berbagai cara dan upaya
c.       Memiliki kitab suci yang keotentikannya bertahan tetap
d.      Sistem berpikirnya tidak inheren dengan berfikir tiap segi kehidupan masyarakat, malahan menuntut supaya sistem merasa dan berfikir mengabdikan diri kepada agama
e.       Ajarannya serba tetap, tetapi tafsiran dan pandangannya dapat berubah dengan perubahan akal
f.       Konsep ketuhanannya monoteisme mutlak
g.      Kebenaran prinsip- prinsip ajarannya tahan terhadap kritik akal: mengenai alam nyata dalam perjalanan ilmu satu demi satu terbukti kebenarannya, mengenai alam ghaib dapat diterima akal
h.      Sistem nilai ditentukan oleh Allah sendiri yang diselaraskan dengan ukuran dan hakikat kemanusiaan.
i.        Melalui agama wahyu Allah memberi petunjuk, pedoman, tuntunan dan peringatan kepada manusia dalam  pembentukan insan kamil( sempurna) yang bersih dari dosa[5]
Diantara agama ketiga agama wahyu yang ada, kalau tolok ukur diterapkan maka menurut para ahli tidak semua tolok ukur dapat diterapkan kepada agama Yahudi dan Nasrani. Mengenai kitab sucinya, sebagai contoh dapat dibuktikan oleh para ahli bahwa Taurat dan Injil telah mengalami perubahan, tidak asli lagi memuat wahyu yang disampaikan oleh malaikat (Jibril) dahulu kepada Nabi Musa dan Nabi Isa sebagai Rasul-Nya. Menurut Profesor Charles Adams, seorang ilmuwan, pendeta agama (Kristen) Protestan (1971) kitab suci yang masih asli memuat wahyu Tuhan hanyalah Al-Qur’an. Kalau kesembilan tolok ukur di atas ditetapkan kepada agama Islam hasilnya adalah sebagai berikut:
a.       Kelahiran agama Islam adalah pasti yaitu tanggal 17 Ramadhan tahun Gajah dengan tanggal 6 Agustus 610 M
b.      Disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai utusan Allah
c.       Memiliki kitab suci yaitu Al-Qur’an yang memuat asli semua wahyu yang diterima oleh Rasul-Nya
d.      Ajaran agama Islam mutlak benar karena berasal dari Allah yang Maha Benar. Ajaran Islam berlaku abadi tidak berubah dan tidak boleh dirubah
e.       Konsep ketuhanan Islam adalah tauhid, monoteisme murni, Allah adalah Esa, Esa dalam zat, Esa dalam sifat dan Esa dalam perbuatan
f.       Dasar- dasar agama Islam bersifat fundamental dan mutlak, berlaku untuk seluruh umat manusia di manapun dia berada
g.      Nilai- nilai terutama nilai etika dan estetika yang ditentukan oleh agama Islam sesuai dengan fitrah manusia dan kemanusiaan
h.      Soal- soal alam semesta yang disebutkan dalam agama Islam yang dahulu diterima dengan keyakinan saja, kini telah banyak dibuktikan kebenarannya oleh sains modern
i.        Bila petunjuk, pedoman dan tuntunan serta peringatan agama Islam dilaksanakan dengan baik dan benar maka akan terbentuklah insan kamil yaitu manusia yang sempurna.
  1. Agama ardhi ( agama budaya)
Agama ardhi adalah agama yang bukan berasal dari Allah dengan jalan diwahyukan tetapi keberadaannya disebabkan oleh proses antropologis yang terbentuk  dari adat istiadat kemudian melembaga dalam bentuk agama.[6] Contoh agama ardhi adalah Kong Hu Cu, Budha dan Hindu.
            Ciri- cirri agama ardhi adalah:
a.       Agama ardhi tidak dapat dipastikan kelahirannya
b.      Tidak mengenal utusan atau Rasul Allah
c.       Tidak memiliki kitab suci
d.      Sistem berfikirnya inheren dengan berfikir tiap segi kehidupan
e.       Ajarannya berubah seiring perubahan masyarakat yang menganut, atau oleh filosofnya
f.       Konsep ketuhanannya dinamisme, animisme, politeisme paling tinggi monoteisme nisbi
g.      Kebenaran prinsip ajarannya tak tahan terhadap kritik akal, mengenai alam nyata satu- satu ketika dibuktikan keliru oleh ilmu dalam perkembangnnya, mengenai alam  ghaib tak termakan oleh akal
h.       Nilai agama ditentukan oleh manusia sesuai dengan cita- cita, pengalaman dan penghayatan masyarakat penganutnya
i.        Pembentukan manusia disandarkan pada pengalaman dan penghayatan masyarakat penganutnya yang belum tentu diakui oleh masyarakat lain

C.    Kedudukan dan Fungsi Agama dalam Sistem Budaya dan Peradaban Modern
            Kedudukan agama dalam kehidupan adalah sebagai pandangan hidup dan tujuan hidup. Artinya manusia membutuhkan bimbingan dan petunjuk yang benar dan bernilai mutlak untuk meraih kebahagiaan hidup jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Dalam agama inilah, dibentangkan konsep yang tegas dan jelas tentang apa sesungguhnya hidup dan apa kehidupan itu, dari mana dan kemana arah tujuannya, serta apa dan siapakah manusia itu yang sebenarnya.
       Menurut Yusuf  Al-Qardhawi (1996) ada beberapa faktor- faktor kebutuhan terhadap agama dan perannya dalam kehidupan manusia antara lain sebagai berikut:
  1. Kebutuhan Akal terhadap Pengetahuan tentang Hakikat Terbesar dan Tunggal
Agama yang pertama kali mengenalkan kepada manusia: dari man dia berasal mula dan akan kemana dia pergi setelah kehidupan di dunia. Agama pula yang mengenalkan kepada manusia: untuk apa dia diciptakan dan mengapa dia tercipta. Jelaslah, segala yang berkenaan dengan perikehidupan manusia , jawabannya adalah ada dalam agama.
  1. Kebutuhan Fitrah Manusia
Secara fitri, manusia tidak akan merasa puas dengan apa yang diperolehnya ia merasa kebimbangan dalam jiwanya , kelaparan rohaninya dan akan merasa kehausan fitrahnya. Dengan meyakini agama atau kepercayaan manusia akan merasakan ketenangan, ketentraman dan kedamaian yang hakiki dalam hidupnya.
  1. Kebutuhan akan Kesehatan dan Kekuatan Jiwa
Peran agama dalam hidup manusia adalah sebagai tiang yang memberikan kekuatan, harapan dan ketabahan di saat mengalami kesempitan dan penderitaan.

  1. Kebutuhan Moral
     Peran agama untuk mendorong manusia untuk bermoral atau melakukan kebaikan dan menghargai hak- hak orang lain, sehingga tercipta suasana hidup yang disiplin dan harmonis.[7]
Agama memegang peranan penting dalam mempengaruhi aturan, perilaku, dan sikap hidup individu maupun masyarakat. Fungsi agama dalam kehidupan masyarakat antara lain sebagai berikut:
1.  Fungsi Edukatif
Melalui pembimbing, ketua dan pemimpinnya agama senantiasa memberikan pengajaran dan bimbingan pada umatnya agar selalu bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai- nilai keagamaan dalam kehidupan sehari- hari.
       2. Fungsi Penyelamatan
Melalui ajaran agama yang diajarkan dan disebutkan cara dan aturan yang harus dipatuhi, ditaati, dan dijalankan agar dapat memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.
       3.  Fungsi Memupuk Persaudaraan
           Meskipun mempunyai latar belakang dan kebudayaan yang berbeda dalam keagamaan , hal itu bukan merupakan penghambat agar umatnya berinteraksi dan melaksanakan ajaran keagamaan dalam kehidupan sehari- hari.

.
.







BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
·           Agama merupakan satu sistem( tata keimanan atau tata keyakinan) atas adanya sesuatu yang mutlak di luar manusia, dan satu system ritus( tata peribadatan) manusia kepada yang dianggapnya mutlak serta sistem norma (tata kaidah) yang mengatur hubungan manusia dengan alam lainnya, sesuai dan sejalan dengan tata keimanan dan tata peribadatan termaksud.
·           Menurut sumber ajarannya agama dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: 1) Agama samawi adalah agama yang diwahyukan dari Allah (Tuhan) melalui malaikat-Nya kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia. 2) Agama ardhi adalah agama yang bukan berasal dari Allah dengan jalan diwahyukan tetapi keberadaannya disebabkan oleh proses antropologis yang terbentuk  dari adat istiadat kemudian melembaga dalam bentuk agama.
·           Kebutuhan manusia terhadap agama bukanlah merupakan kebutuhan sekunder, tetapi merupakan kebutuhan primer yang erat hubungannya dengan substansi kehidupan, misteri alam wujud dan hati nurani manusia yang paling dalam. Fungsi agama dalam kehidupan mempunyai beberapa fungsi antara lain fungsi edukatif, fungsi penyelamatan dan fungsi memupuk persaudaraan.

B. Saran

           Demikianlah tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan. Harapan kami untuk mengembangkan potensi yang ada dengan harapan dapat bermanfaat dan bisa difahami oleh para pembaca. Kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca, khususnya dari Bapak Dosen yang telah membimbing kami dan para Mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini. Apabila ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.




DAFTAR PUSTAKA

      Chalik, Abd.,2015, Pengantar Studi Islam, Surabaya:Kopertais IV Press

       http://nprayoga01.blogspot.co.id/2013/12/klasifikasi-agama-dan-peran-agama-islam.html

      Yusuf, Ali Anwar, 2003,Studi Agama Islam, Bandung: Pustaka Setia




[1] Dr.H. Ali Anwar Yusuf,M.Si, Studi Agama Islam: Pustaka Setia,2003,hlm. 17
[2] Dr. Abd Chalik,M.Ag, Ali Hasan Siswanto,M.Fil.I,Pengantar Studi Islam: Kopartais IV Press,2015,hlm.7
[3] Ibid
[4] Dr.H. Ali Anwar Yusuf,M.Si, Studi Agama Islam: Pustaka Setia,2003,hlm. 19
[5] Ibid
[6] Ibid
[7] Dr.H. Ali Anwar Yusuf,M.Si, Studi Agama Islam: Pustaka Setia,2003,hlm. 27-29




Tidak ada komentar:

Posting Komentar