
Tugas Makalah
Agama
Dalam Kehidupan Budaya Manusia
Diajukan
untuk memenuhi tugas mata kuliah
PENGANTAR STUDI ISLAM
Dosen Pembimbing
Nurhuda, M.Pd.I
![]() |
oleh :
Mambaul Hikmah
Slamet Haryanto
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH
TULUNGAGUNG
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah, makalah pada mata kuliah “Pengantar Studi
Islam: Pokok Bahasan “Agama dalam Kehidupan Manusia ” dengan rentangan
waktu yang telah ditentukan.
Dalam penyelesaian makalah
ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu
pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai
pihak, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Karena itu,
sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih kepada:
- Bapak Nurul Amin, M.Ag selaku Kepala Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung
- Bapak Nurhuda, M.Pd.I, selaku dosen pembimbing
Kami sadar bahwa dalam penyusunan dan penulisan
makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun, guna penulisan
makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua pada
umumnya dan bagi penulis pada khususnya. Amin.
Tulungagung,
1 Maret 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . i
DAFTAR
ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . ii
BAB
I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
B. Rumusan Masalah . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . .
. . 1
B. Tujuan Dan Manfaat
Pembahasan . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .. . . . . . . . . . . . . 1
BAB
II. PEMBAHASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . 2
A. Pengertian Agama…. . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
B. Klasifikasi Agama Samawi dan Agama Budaya . .. . . . . . . . . . . . . 3
C. Kedudukan dan Fungsi Agama dalam
Sistem Budaya dan Peradaban
Modern…………………………………………………………… 6
BAB
III PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . 8
A. Kesimpulan . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . 8
B. Saran . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
Daftar
Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Agama merupakan pengungkapan iman dalam arti yang luas. Di dalam agama,
iman mendapat bentuk yang khas, yang memberdayakan orang beriman
mengkomunikasikan imannya dengan orang lain, baik yang beriman maupun yang
belum. Ditinjau dari asal usul katanya, agama terdiri dari dua suku kata, yaitu
“a” yang berarti tidak, dan gam artinya pergi. Jadi agama berarti tidak pergi. Dengan
adanya agama diharapkan dapat membuat suatu keadaan yang damai. Dalam agama
orang memperlihatkan sikap hati dan batinnya di hadapan Tuhan. Sikap manusia dihadapan
Tuhan antara lain tampak jelas dalam sikap dan tanggung jawabnya terhadap
sesama dan alam sekitarnya.
Secara garis besar agama dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu agama samawi (wahyu) dan ardhi (budaya)
yang mempunyai karateristik yang berbeda- beda.
Agama memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia.
Agama menjadi pemandu dalam mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan
bermartabat.
B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang dapat kita ungkapkan
dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian
agama ?
2. Apa klasifikasi agama samawi dan agama budaya ?
3. Apa kedudukan dan fungsi
agama dalam sistem budaya dan peradaban modern ?
C. Tujuan Dan Manfaat Pembahasan
Dengan pembahasan ini diharapkan :
1. Mengetahui pengertian
agama.
2. Memehami perbedaan agama samawi dan agama budaya.
3. Memahami kedudukan dan fungsi agama dalam
sistem budaya dan peradaban modern.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Agama
Merumuskan pengertian agama bukan suatu perkara
mudah, dan ketidak sanggupan manusia untuk mendefinisikan agama karena
disebabkan oleh persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kepentingan mutlak
dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Para ilmuan agama dalam mendefinisikan agama sangat bervariasi, bahkan
hampir- hampir kesulitan. Karena di samping persoalan agama, hal ini juga
banyak melibatkan persoalan- persoalan sosial, namun penghayatannya sangat
bersifat individual. Sifat individual inilah, yang menyebabkan tanggapan dan
pemahaman terhadap agama tersebut sangat bervariasi bergantung pada pengetahuan
dan pengalaman yang dimiliki setiap individu.
Secara etimologis kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta yang tersusun dari kata “a” berarti tidak dan “gam” berarti “pergi”. Dalam bentuk
harfiah yang terpadu, perkataan agama berarti “tidak pergi, tetap di tempat,
langgeng, abadi yang diwariskan secara terus- menerus dari satu generasi kepada
generasi lainnya.”(Harun Nasution, 1985:9) [1].
Pada umumnya, perkataan “agama” diartikan tidak kacau, yang
secara analitis diuraikan dengan cara memisahkan kata demi kata, yaitu “a”
berarti “tidak” dan “gama” berti “kacau”. Maksudnya orang yang memeluk agama
dan mengamalkan ajaran- ajarannya dengan sungguh- sungguh, hidupnya tidak akan
mengalami kekacauan.
Agama menurut Kamus Besar
Indonesia adalah sistem/ prinsip kepercayaan kepada Tuham, atau disebut dengan
nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban- kewajiban
yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.[2]
Pengertian agama secara
terminologis, menurut beberapa pendapat para ahli adalah sebagai berikut:
1.
Emile Durkheim mengartikan
agama adalah suatu sistem kepercayaan dan praktek yanga telah dipersatukan yang
berkaitan dengan hal- hal yang kudus kepercayaan- kepercayaan dan praktek-
praktek yang bersatu menjadi suatu komunitas moral yang tunggal.[3]
2.
John R. Bennet mengartikan
agama sebagai penerimaan atas tata aturan terhadap kekuatan- kekuatan yang
lebih tinggi daripada kekuatan- kekuatan yang dimiliki oleh manusia sendiri.
3.
Frans Dahler mengartikan agama
sebagai hubungan manusia dengan sesuatu kekuatan suci yang lebih tinggi
daripada manusia itu sendiri, sehingga ia berusaha mendekatinya dan memiliki
rasa kepadanya.
4.
Karl Mark berpendapat bahwa
agama adalah keluh kesah dari makhluk yang tertekan hati dari dunia yang tidak
berhati, jiwa dari keadaan yang tidak berjiwa, bahkan menurut pendapatnya pula
bahwa agama dijadikan sebagai candu masyarakat (Dadang Kahmad, 1990).
5.
Para ulama Islam
mendefinisikan agama adalah sebagai undang- undang kebutuhan manusia dari
Tuhannya yang mendorong mereka untuk berusaha agar tercapai kebahagiaan hidup
di dunia dan akhirat (K. Soekardji, 1991).[4]
B. Klasifikasi Agama Samawi dan
Agama Budaya
Menurut sumber ajarannya agama dapat
diklasifikasikan menjadi 2 yaitu:
- Agama samawi (agama Wahyu)
Agama samawi adalah agama yang
diwahyukan dari Allah (Tuhan) melalui malaikat-Nya kepada Rasul-Nya untuk
disampaikan kepada umat manusia. Contoh agama wahyu adalah Yahudi, Nasrani dan
Islam.
Ciri- ciri agama Samawi adalah:
a.
Agama samawi dapat dipastikan
kelahirannya
b.
Disampaikan melalui utusan
atau Rasul Allah yang bertugas menyampaikan dan menjelaskan lebih lanjut wahyu
yang diterimanya dengan berbagai cara dan upaya
c.
Memiliki kitab suci yang
keotentikannya bertahan tetap
d.
Sistem berpikirnya tidak
inheren dengan berfikir tiap segi kehidupan masyarakat, malahan menuntut supaya
sistem merasa dan berfikir mengabdikan diri kepada agama
e.
Ajarannya serba tetap, tetapi
tafsiran dan pandangannya dapat berubah dengan perubahan akal
f.
Konsep ketuhanannya monoteisme
mutlak
g.
Kebenaran prinsip- prinsip
ajarannya tahan terhadap kritik akal: mengenai alam nyata dalam perjalanan ilmu
satu demi satu terbukti kebenarannya, mengenai alam ghaib dapat diterima akal
h.
Sistem nilai ditentukan oleh
Allah sendiri yang diselaraskan dengan ukuran dan hakikat kemanusiaan.
i.
Melalui agama wahyu Allah
memberi petunjuk, pedoman, tuntunan dan peringatan kepada manusia dalam pembentukan insan kamil( sempurna) yang bersih
dari dosa[5]
Diantara agama ketiga agama
wahyu yang ada, kalau tolok ukur diterapkan maka menurut para ahli tidak semua
tolok ukur dapat diterapkan kepada agama Yahudi dan Nasrani. Mengenai kitab
sucinya, sebagai contoh dapat dibuktikan oleh para ahli bahwa Taurat dan Injil
telah mengalami perubahan, tidak asli lagi memuat wahyu yang disampaikan oleh
malaikat (Jibril) dahulu kepada Nabi Musa dan Nabi Isa sebagai Rasul-Nya.
Menurut Profesor Charles Adams, seorang ilmuwan, pendeta agama (Kristen)
Protestan (1971) kitab suci yang masih asli memuat wahyu Tuhan hanyalah
Al-Qur’an. Kalau kesembilan tolok ukur di atas ditetapkan kepada agama Islam
hasilnya adalah sebagai berikut:
a.
Kelahiran agama Islam adalah
pasti yaitu tanggal 17 Ramadhan tahun Gajah dengan tanggal 6 Agustus 610 M
b.
Disampaikan oleh malaikat
Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai utusan Allah
c.
Memiliki kitab suci yaitu
Al-Qur’an yang memuat asli semua wahyu yang diterima oleh Rasul-Nya
d.
Ajaran agama Islam mutlak
benar karena berasal dari Allah yang Maha Benar. Ajaran Islam berlaku abadi
tidak berubah dan tidak boleh dirubah
e.
Konsep ketuhanan Islam adalah
tauhid, monoteisme murni, Allah adalah Esa, Esa dalam zat, Esa dalam sifat dan
Esa dalam perbuatan
f.
Dasar- dasar agama Islam
bersifat fundamental dan mutlak, berlaku untuk seluruh umat manusia di manapun
dia berada
g.
Nilai- nilai terutama nilai
etika dan estetika yang ditentukan oleh agama Islam sesuai dengan fitrah
manusia dan kemanusiaan
h.
Soal- soal alam semesta yang
disebutkan dalam agama Islam yang dahulu diterima dengan keyakinan saja, kini
telah banyak dibuktikan kebenarannya oleh sains modern
i.
Bila petunjuk, pedoman dan
tuntunan serta peringatan agama Islam dilaksanakan dengan baik dan benar maka
akan terbentuklah insan kamil yaitu manusia yang sempurna.
- Agama ardhi ( agama budaya)
Agama ardhi adalah agama yang
bukan berasal dari Allah dengan jalan diwahyukan tetapi keberadaannya
disebabkan oleh proses antropologis yang terbentuk dari adat istiadat kemudian melembaga dalam
bentuk agama.[6]
Contoh agama ardhi adalah Kong Hu Cu, Budha dan Hindu.
Ciri- cirri agama ardhi adalah:
a.
Agama ardhi tidak dapat
dipastikan kelahirannya
b.
Tidak mengenal utusan atau
Rasul Allah
c.
Tidak memiliki kitab suci
d.
Sistem berfikirnya inheren
dengan berfikir tiap segi kehidupan
e.
Ajarannya berubah seiring
perubahan masyarakat yang menganut, atau oleh filosofnya
f.
Konsep ketuhanannya dinamisme,
animisme, politeisme paling tinggi monoteisme nisbi
g.
Kebenaran prinsip ajarannya
tak tahan terhadap kritik akal, mengenai alam nyata satu- satu ketika dibuktikan
keliru oleh ilmu dalam perkembangnnya, mengenai alam ghaib tak termakan oleh akal
h.
Nilai agama ditentukan oleh manusia sesuai
dengan cita- cita, pengalaman dan penghayatan masyarakat penganutnya
i.
Pembentukan manusia
disandarkan pada pengalaman dan penghayatan masyarakat penganutnya yang belum
tentu diakui oleh masyarakat lain
C. Kedudukan dan Fungsi Agama
dalam Sistem Budaya dan Peradaban Modern
Kedudukan
agama dalam kehidupan adalah sebagai pandangan hidup dan tujuan hidup. Artinya
manusia membutuhkan bimbingan dan petunjuk yang benar dan bernilai mutlak untuk
meraih kebahagiaan hidup jasmani dan rohani, dunia dan akhirat. Dalam agama
inilah, dibentangkan konsep yang tegas dan jelas tentang apa sesungguhnya hidup
dan apa kehidupan itu, dari mana dan kemana arah tujuannya, serta apa dan
siapakah manusia itu yang sebenarnya.
Menurut Yusuf Al-Qardhawi (1996) ada beberapa faktor-
faktor kebutuhan terhadap agama dan perannya dalam kehidupan manusia antara
lain sebagai berikut:
- Kebutuhan Akal terhadap Pengetahuan tentang Hakikat Terbesar dan Tunggal
Agama yang pertama
kali mengenalkan kepada manusia: dari man dia berasal mula dan akan kemana dia
pergi setelah kehidupan di dunia. Agama pula yang mengenalkan kepada manusia:
untuk apa dia diciptakan dan mengapa dia tercipta. Jelaslah, segala yang
berkenaan dengan perikehidupan manusia , jawabannya adalah ada dalam agama.
- Kebutuhan Fitrah Manusia
Secara fitri, manusia
tidak akan merasa puas dengan apa yang diperolehnya ia merasa kebimbangan dalam
jiwanya , kelaparan rohaninya dan akan merasa kehausan fitrahnya. Dengan
meyakini agama atau kepercayaan manusia akan merasakan ketenangan, ketentraman
dan kedamaian yang hakiki dalam hidupnya.
- Kebutuhan akan Kesehatan dan Kekuatan Jiwa
Peran agama dalam hidup manusia adalah sebagai tiang
yang memberikan kekuatan, harapan dan ketabahan di saat mengalami kesempitan
dan penderitaan.
- Kebutuhan Moral
Peran agama untuk mendorong manusia untuk
bermoral atau melakukan kebaikan dan menghargai hak- hak orang lain, sehingga
tercipta suasana hidup yang disiplin dan harmonis.[7]
Agama memegang peranan penting
dalam mempengaruhi aturan, perilaku, dan sikap hidup individu maupun
masyarakat. Fungsi agama dalam kehidupan masyarakat antara lain sebagai
berikut:
1. Fungsi Edukatif
Melalui pembimbing, ketua dan pemimpinnya agama
senantiasa memberikan pengajaran dan bimbingan pada umatnya agar selalu
bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai- nilai keagamaan dalam kehidupan
sehari- hari.
2. Fungsi Penyelamatan
Melalui ajaran agama yang diajarkan dan
disebutkan cara dan aturan yang harus dipatuhi, ditaati, dan dijalankan agar
dapat memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.
3.
Fungsi Memupuk Persaudaraan
Meskipun mempunyai latar belakang
dan kebudayaan yang berbeda dalam keagamaan , hal itu bukan merupakan
penghambat agar umatnya berinteraksi dan melaksanakan ajaran keagamaan dalam
kehidupan sehari- hari.
.
.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
·
Agama
merupakan satu sistem( tata keimanan atau tata keyakinan) atas adanya sesuatu
yang mutlak di luar manusia, dan satu system ritus( tata peribadatan) manusia
kepada yang dianggapnya mutlak serta sistem norma (tata kaidah) yang mengatur
hubungan manusia dengan alam lainnya, sesuai dan sejalan dengan tata keimanan
dan tata peribadatan termaksud.
·
Menurut sumber ajarannya agama
dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: 1) Agama samawi adalah agama yang
diwahyukan dari Allah (Tuhan) melalui malaikat-Nya kepada Rasul-Nya untuk
disampaikan kepada umat manusia. 2)
Agama ardhi adalah agama yang bukan berasal dari Allah dengan jalan diwahyukan
tetapi keberadaannya disebabkan oleh proses antropologis yang terbentuk dari adat istiadat kemudian melembaga dalam
bentuk agama.
·
Kebutuhan manusia terhadap agama
bukanlah merupakan kebutuhan sekunder, tetapi merupakan kebutuhan primer yang
erat hubungannya dengan substansi kehidupan, misteri alam wujud dan hati nurani
manusia yang paling dalam. Fungsi agama dalam kehidupan mempunyai beberapa fungsi antara lain fungsi
edukatif, fungsi penyelamatan dan fungsi memupuk persaudaraan.
B. Saran
Demikianlah
tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan. Harapan kami untuk
mengembangkan potensi yang ada dengan harapan dapat bermanfaat dan bisa
difahami oleh para pembaca. Kritik dan saran sangat kami harapkan dari para
pembaca, khususnya dari Bapak Dosen yang telah membimbing kami dan para
Mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini. Apabila ada kekurangan dalam
penyusunan makalah ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Chalik, Abd.,2015, Pengantar Studi Islam, Surabaya:Kopertais IV Press
http://nprayoga01.blogspot.co.id/2013/12/klasifikasi-agama-dan-peran-agama-islam.html
Yusuf,
Ali Anwar, 2003,Studi Agama Islam,
Bandung: Pustaka Setia
[2] Dr. Abd Chalik,M.Ag, Ali
Hasan Siswanto,M.Fil.I,Pengantar Studi
Islam: Kopartais IV Press,2015,hlm.7

Tidak ada komentar:
Posting Komentar